Update Jalur
• MAJIKAN YANG VIRAL GANAS PUKULI PEMBANTU RESMI DITAHAN POLISI MALAYSIA • Maria Eduarda Rodrigues de Freitas, 21 tahun, adalah seorang profesional pendidikan fisik dan penduduk Jandira • Polda Jateng Bongkar Alih Fungsi Lahan Pertanian Ilegal di Batang • berdasarkan visual pergerakan kurs dolar yang menembus level psikologis Rp18.000,00 per dolar AS: • Savana Propok Rinjani Terbakar: Pendaki Diimbau Waspada Gunakan Api
ADVENTURE

Pendaki Malaysia Terjatuh di Rinjani Berhasil Dievakuasi Helikopter

Diterbitkan pada 26 May 2026 • 2 Menit Baca

Pendaki Malaysia Terjatuh di Rinjani Berhasil Dievakuasi Helikopter
SAR 30 DETIK || KEMBALI TERJADI PENDAKI MALAYSIA TERJATUH DI GUNUNG RINJANI SAR GABUNGAN GERCEP EMU. Upaya pelaksanaan evakuasi medis udara (EMU) terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani, Lombok Timur, akhirnya berhasil diselesaikan pada Selasa(26/5) pagi. Korban yang terjatuh saat turun di jalur pendakian dari arah puncak menuju ke pelawangan dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali. Sebelumnya, pada Senin (25/5), Kantor SAR Mataram menerima laporan adanya pendaki asal Malaysia yang terjatuh saat turun dari puncak Gunung Rinjani. Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya dan dievakuasi oleh porter dan guide ke Pelawangan 2 Sembalun. Menanggapi laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram segera dikerahkan ke lokasi. Untuk mempercepat proses penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterjunkan langsung dari Bali. Setibanya di lokasi pada Senin sore, kru helikopter menghadapi kendala kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun. Meskipun telah mencoba bermanuver mencari celah, jarak pandang yang sangat terbatas memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan di Bali demi aspek keselamatan penerbangan. Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica clinic, diputuskan agar korban tidak dipindahkan sementara waktu untuk menjaga stabilitas kondisinya. Selama masa penundaan, korban tetap dalam pengawasan intensif oleh perawat, serta tim SAR gabungan yang berada di lokasi. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan korban dan kru.
Rekomendasi Terbatas

Tingkatkan Keahlian Coding-mu
Bersama Mentor Ahli!

Dapatkan diskon 50% untuk pendaftar minggu ini.

Komentar (0)

Mau ikut berdiskusi? Login dulu yuk!